Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Dinamika Kosmos: Perbandingan Antara Teori Kreasionisme dan Evolusi


(Oleh: Jefrianus Temba, Mahasiswa Filsafat UNWIRA Kupang)

ABSTRAKSI

Persoalan tentang kosmos atau alam jagat raya ini merupakan suatu persoalan yang fundamental, karena selalu mempertanyakan tentang saat awal dan akhir kosmos. Dalam pandangan-pandangan tentang keadaan kosmos ini, para ahli selalu beranggapan dan selalu meneliti tentang kapan kosmos ini berawal dan  berakhir. Hal ini terbukti dengan fenomena-fenomena pemikiran yang dikemukakan oleh para ahli terkait dengan kosmos ini, seperti dua teori besar yang selalu berdebat tentang eksistensi dari kosmos ini. Dimana kedua teori ini memiliki pandangan yang berbeda terkait dengan asal muasal kosmos atau alam jagat raya.

Dari dua teori ini, ada yang berpendapat bahwa alam atau kosmos ini ada karena ada yang menciptakanya, namun ada juga pandangan lain yang mengatakan alam atau kosmos ini ada karena adanya dentuman besar yang terjadi sekitar 2000 tahun yang lalu, sehingga dari dentuman itu timbulah aliran-aliran kecil yang berbentuk bulat yang kemudian menjadi planet.

Dari pandangan-pandangan tersebut belum diketahui secara pasti soal kapan dan dimana kosmos itu terbentuk. Inilah yang menjadi persoalan mendasar dalam kosmologi, terlebih khusus dalam argumen-argumen yang menjadi pro dan kontra dalam membuktikan eksistensi kosmos. 

Kata Kunci: Pendahuluan, Pesoalan kosmos, teori kreasionisme, teori evolusi, kesimpulan

Pendahuluan

Situasi kosmos menjadi perbincangan mendasar bagi para ahli dan para ilmuwan alam di era ini. Mereka selalu mempertanyakan kapan kosmos itu berawal dan berakhir. Pertanyaan ini menjadi tema penting bagi mereka untuk membuktikan secara pasti kapan kosmos itu ada dan kapan berakhirnya. Untuk menjawab pertanyaan ini sekurang-kurangnya ada dua pandangan atau ajaran yang digunakan untuk menjelaskan soal dinamika kosmos.

Pertama teori penciptaan yang menjelaskan bagaimana kosmos termasuk semua jenis organisme di dalamnya berkembang karena proses penciptaan Tuhan yang terus-menerus dilakukan. Kedua teori evolusi yang menjelaskan bagaimana kosmos terus-menerus mengalami perkembangan dari tahap yang paling sederhana kepada tahap yang lebih kompleks.

Dari dua macam pandangan ini, dinamika kosmos sebenarnya berada pada titik dimana pembuktian hadirnya alam semesta ini berada pada masing-masing penemuan yang dikemukakan oleh para ahli dan ilmuan alam tersebut. Mereka masing-masing mempertahankan soal kebenaran kosmos dari apa yang telah mereka temukan, sehingga dalam mempertegas tentang kepastian kosmos itu mesti dilalui dengan perdebatan panjang antara para ahli yang menemukan soal keberadaan kosmos.

Dalam perspektif teori-teori alam, seringkali dikemukakan tantang bagaimna cara menjelaskan keberadaan kosmos jikalau berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang kosmos itu sendiri. Untuk sampai pada tahap jawaban yang pasti, pembuktian yang dimiliki oleh teori-teori itu mesti valid dan mampu dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan secara pasti, baik itu pembuktian oleh teori kreasionisme maupun oleh teori evolusi dan teori-teori lainnya. Karena dengan demikian persoalan tentang kosmos atau alam jagat raya itu dapat kemukakan kebenaranya secara pasti.

Persoalan Kosmos

Dalam ilmu kosmologi alam dipandang sebagai totalitas dari fenomena-fenomena dan berupaya untuk memadukan spekulasi metafisika dengan evidensi ilmiah di dalam suatu kerangka yang koheren. Hal-hal yang biasa dipersoalkan adalah ruang dan waktu. Itu yang menjadi dasar persoalan dari kosmologi. Selain itu, perkembangan kosmos yang sangat menggelitik kehidupan manusia juga, khususnya ahli-ahli dan ilmuan-ilmuan alam yang selalu mempertanyakan tentang keadaan kosmos ini, antara lain apakah kosmos berawal dan berakhir, kalau dia berawal siapa yang mengawalinya dan kalau berakhir siapa yang mengakirinya. Ini adalah persoalan mendasar tentang eksistensi kosmos. 

  • Apakah  kosmos ini berawal dan berakhir

Para ahli ada yang berpendapat bahwa kosmos ini berawal dan ada juga yang berpendapat bahwa kosmos ini tidak berawal dan tidak berakhir. Secara filosofis persoalan terkait dengan kapan kosmos ini berawal dan berakhir itu telah terjawab oleh seorang filsuf bernama whitehead. Secara tegas whitehead katakan bahwa entitas abadi yang tidak memiliki saat awal dan saat akhir adalah Tuhan, sebab pada hakikatnya Ia adalah yang awal dan yang akhir. Semua entitas di luar Tuhan selalu di dalam proses menjadi. Segala bentuk persoalan kosmos ini dalam pandangan saya sudah dijawab secara pasti oleh Whitehead.

Teori Kreasionisme

Kreasionisme adalah hipotesis yang dipertahankan oleh para religius yang mengklaim bahwa Allah menciptakan alam semesta dan semua makhluk hidup di dalamnya, dari ketiadaan, sebagaimana dijelaskan dalam Kitab “Kejadian.” Hipotesis ini umumnya dikaitkan dengan kepercayaan agama dan tidak diterima oleh komunitas akademik. Menurut dugaan ini, makhluk hidup diciptakan dengan cara yang kita lihat sekarang, sehingga tidak berubah.

Menurut sains kejadian manusia berawal dari fertilisasi. Sekali sperma bersatu dengan ovum maka dia akan melepaskan bahan genetiknya yang semula tersimpan dalam kepalanya. Saat itu pula ovum membangun dinding tebal yang tidak memungkinkan sperma lain masuk. Jelaslah bahwa hanya satu sperma dari jutaan sperma yang dapat membuahi ovum, begitu pula hanya satu ovum yang dipilih Allah untuk matang dari ribuan ovum, yang akhirnya akan mati setiap bulan dalam setiap siklus

Persoalan utama yang dijelaskan oleh teori ini adalah soal keberadaan kosmos ini. Bagi teori ini kosmos ini diciptakan oleh Allah. Namun kerap kali pandangan yang dikemukakan oleh teori ini banyak dipertanyakan oleh para ilmuan lain, sehingga pertanyaan-pertanyaan itu menjadi persoalan yang cukup mendasar dalam mempertahankan apa yang telah dikemukakan oleh teori kreasionisme sendiri. Selain itu argumen dasar dari teori kreasionisme mengatakan bahwa kosmos serta segala organisme yang ada di dalam kosmos itu tidak lain dan tidak mungkin hanya berasal dari penciptaan Allah.

Allah adalah causa atau penyebab segala yang ada termasuk kosmos atau jagat raya ini serta semua organisme yang ada di dalamnya. Sehingga persoalan tentang dinamika kosmos atau persoalan tentang adanya kosmos ini dijawab secara tegas oleh teori kreasionisme ini, bahwa segala sesuatu yang ada semuanya berasal dan diciptakan oleh Tuhan. Tuhan sebagai penyebab segala yang ada, dan kosmos atau organisme yang ada sebagai akibat dari penciptaan Tuhan. 

Teori Evolusi

Dari manakah manusia berasal atau dari manakah saya berasal? Inilah pertanyaan besar yang selalu menggugah pikiran manusia dari abad-ke abad. Mari kita meninjau evolusi seluruh kosmos dalam arti yang luas. Secara luas, evolusi ialah ilmu yang mempelajari suatu perubahan, sebagaimana juga terjadi evolusi atau perubahan pada alam semesta, ilmu bahasa, atau sistem politik. Kesimpulannya, Evolusi biologi adalah suatu perubahan dari properti yang dimiliki oleh populasi atau kelompok organisme tertentu yang diturunkan kepada semua individu selama hidupnya. Apabila perubahan semacam ini terjadi pada satu individu saja maka hal tersebut tidak dinamakan evolusi.

Perubahan yang ada dalam tingkat populasi dinamakan evolusi bila sifat-sifat yang terjadi itu diturunkan melalui material genetika dari satu generasi ke generasi berikutnya. Evolusi biologi berbicara pada tataran populasi bukan individu. Selain itu, perubahan yang terjadi harus diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya. 

1. Asal Muasal Manusia Menurut Ilmu Pengetahuan atau Sains Terkenal dalam Teori Evolusi

Secara etimologis evolusi berasal dari bahasa latin “e” artinya “keluar” dan “volvere” artinya “bergulung”. Secara harafiah evolusi berarti keadaan berkembang  atau keadaan tumbuh, atau dalam pengertian lainya adalah perkembangan dari tahap-ke tahap. Dalam membicarakan evolusi, berarti tidak terlepas dari pandangan Charles Darwin, yang juga membahas tentang organisme yang mendiami kosmos ini. Menurutnya Manusia yang adalah bagian dari organisme kosmos ini barasal dari kera.

Dari perspektif biologi mengatakan demikian bahwa organisme manusia itu semakin hari semakin bertumbuh dan berkembang. Bagi Darwin manusia itu memiliki nenek moyang yang sama dengan kera. Dari pandangan ini, banyak ilmuwan dan ahli-ahli alam selalu mencari tahu kebenaran yang pasti terkait dengan pandangan Charles Darwin ini. Dari pandangan ini juga menimbulkan persoalan terkait dengan kosmos ini, dimana organisme yang mendiami kosmos itu menjadi alat utama persoalan, salah satunya seperti yang sudah diterangkan tadi bahwa manusia itu memiliki nenek moyang yang sama dengan kera. Ini selalu diperbincangkan di dalam diskusi ahli-ahli dan ilmuan alam lainya.

Menurut ajaran teori evolusi pun, manusia dapat dianggap puncak pekembangan jenis-jenis alam. Penemuan itu tampak bertentangan total dengan ajaran-ajaran agama , khususnya ajaran agama-agama samawi. Menurut ajaran kristen, islam, yahudi, bumi dan segala isinya diciptakan oleh Allah. Adam dan Hawa adalah manusia yang diciptkan secara khusus dan ditempatkan di taman firdaus.  Sedangkan dalam teori evolusi manusia meupakan hasil evolusi, maka organisme-organisme muncul sebagai hasil suatu perkembangan selama miliaran tahun dan manusia berkembang secara perlahan yang kemudian dari perkembangan itu terjadilah evolusi itu. Pada intinya dalam teori evolusi dijelaskan bahwa manusia itu berasal dari kera, yang kemudian berkembang menjadi manusia.

Kesimpulan

Pada dasarnya persoalan-persoalan mengenai kosmos atau alam jagat raya ini adalah suatu persoalan yang membuat sikap skeptis itu muncul. Mengapa, karena selalu mempertanyakan tentang eksistensi dari kosmos. Namun pertanyaan yang menggelitik terkait dengan apakah kosmos itu berawal dan berakhir, secara tegas sudah diterangkan oleh whitehead seorang filsuf berkebangsaan Ingris. Ia katakan bahwa entitas yang tidak berawal dan berakhir itu hanya Tuhan di luar Tuhan semuanya dalam proses menjadi.

Soal perbandingan argumen-argumen antara kreasionisme dan evolusi secara tegas sudah diterangkan oleh pandangan dasar dari whitehead, bahwa entitas yang memiliki awal dan akhir hanya Tuhan. Dari pernyataan ini sebenarnya kedua teori besar ini memiliki sifat atau keunikan masing-masing, dimana teori kreasionisme menegaskan bahwa Tuhan adalah penyebab segala yang ada sedangkan teori Evolusi dia bersifat menegas, seperti apa yang sudah diterangkang oleh Darwin sendiri, bahwa dia tidak menentang teori kreasionisme, melainkan dia mendukung teori itu tetapi dengan cara lain, yakni seperti yang telah dia paparkan dalam pandanganya tentang kosmos dan segala organisme yang ada di dalam kosmos itu.

Dan sebagai catatan akhirnya bahwa kedua teori ini, yakni kreasionisme dan evolusi sama-sama menjelaskan sekaligus mempertegaskan tentang apa yang menjadi persoalan mendasar dari kosmos ini. Dan jawaban akhir yang di sampaikan oleh Whitehead, sudah secara pasti menegaskan tentang keadaan kosmos ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Post a Comment for "Dinamika Kosmos: Perbandingan Antara Teori Kreasionisme dan Evolusi"