Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Ungkapan Sili' Oha' Lati Mema' dalam Keyakinan Lokal Orang Kedang

 



RakatNtt - Masyarakat lokal selalu punya ungkapan filosofis yang membentuk pola pikir dan keyakinan mereka. Ungkapan tersebut merupakan sebuah warisan bernilai dari leluhur terdahulu. Harapannya adalah agar generasi berikutnya memahami maknanya dalam kehidupan. Salah satu ungkapan lokal orang Kedang yakni Sili' oha' lati mema'. 

Ungkapan tersebut dapat diterjemahkan: "lombok tidak langsung pedis." Orang Pantar punya ungkapan yang mirip yakni garam tidak langsung asin. Ungkapan semacam ini mau menegaskan bahwa setiap tutur kata atau perbuatan jahat pasti ada akibatnya. Akibat tersebut tidak langsung kita rasakan tetapi akan menghampiri kita pada suatu waktu yang tak terduga atau saat kita sudah lupa.

Jadi ungkapan ini semacam warning atau alarm bagi kita untuk selalu menjaga akhlak, tingkah laku dan tutur kata kita. Mungkin kita merasa menjadi jagoan di hadapan orang lain, mungkin kita punya infrastruktur kekuasaan sehingga seenaknya kita memanipulasi sebuah kebenaran, bermain-main dengan orang, merugikan orang lain. Dan orang lain itu tidak membalasnya tetapi mereka hanya berkata, sili' oha' lati mema'. 

Maka, penting bagi kita menjaga tingkah laku dan tutur kata. Kadang konflik bisa lahir karena kesombongan kita, memanipulasi barang milik orang hanya karena kita berkuasa di sebuah komunitas. Namun, ingatlah sili' oha' lati mema'. 

Post a Comment for "Ungkapan Sili' Oha' Lati Mema' dalam Keyakinan Lokal Orang Kedang"