Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Budaya yang Mencekik Leher Ekonomi Bisa Diubah, Siapa yang Mulai?

 



RakatNtt - Budaya adalah hasil pertimbangan dan kesepakatan bersama manusia. Artinya, budaya adalah karya manusia. Sebagai hasil karya manusia, budaya bisa diubah kapan saja sesuai kondisi yang dialami manusia. 

Ketika budaya yang dihasilkan justru membuat manusia terbebani, stres dan tidak tenang menghadapinya, maka harus dipikirkan untuk diubah.

Persoalan kita adalah, seringkali kita menganggap yang namanya budaya itu bagian dari doktrin kaku. Ketika ada pikiran kritis anak muda untuk mengkritik budaya, banyak orangtua yang tetap menolak kritikan itu. Padahal budaya itu milik anak muda; masa depan budaya ada di tangan anak muda. 

Sedangkan orangtua hanya mengarahkan. Salah satu budaya yang mencekik ekonomi adalah kematian. Dalam situasi duka, kita justru menjadikannya pesta berlarut-larut.

Tuan pesta harus disibukkan dengan mencari kambing, babi, berutang dll saat peristiwa ini. Lalu, jenazah terbaring kaku sendiri. Sebab tuan pesta atau keluarga dekat harus sibuk sana-sini. 

Ia harus menangis karena sedih, sekaligus air mata tumpah karena beban utang. Refleksi kritis model ini sudah banyak kali diutarakan. Namun, selalu gagal. Persoalannya adalah, siapa yang memulainya di tengah mayoritas warga yang masih taat budaya?

Menurut saya, pihak pemerintah baik di Desa maupun Kecamatan sudah saatnya memikirkan ekonomi warga dalam kaitan dengan budaya pesta ini. Jika pemerintah tidak bergerak, warga pun kebingungan memulai darimana. Halo Pemerintah!

Post a Comment for "Budaya yang Mencekik Leher Ekonomi Bisa Diubah, Siapa yang Mulai?"