Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Jusuf Kalla dan Kesaksian Hidup Orang Kristen Katolik

 



 

RakatNtt - Saya harus menggunakan frasa Kristen Katolik supaya berbeda dengan K yang lain – pasti Anda sudah paham! Media sosial sedang ribut dengan video Jusuf Kalla membawa ceramah akademik di sebuah Perguruan Tinggi. Dalam potongan video, sangat jelas mantan Wakil Presiden RI tersebut sedang membahas ajaran Islam dan Kristen tentang “membunuh” orang sebagai bagian dari sebuah kepercayaan.

Namun, potongan video tersebut tidak menjelaskan referensi yang digunakan oleh JK. Saya menduga JK menggunakan referensi biblis. Sebagai orang Katolik yang  ke Gereja sebulan satu kali, saya harus jujur mengatakan bahwa saya sudah membaca isi keseluruhan Injil – Perjanjian Baru. Di dalam Injil tak ada satu ayatpun yang mengatakan halal “membunuh” orang. Sebaliknya, yang ada adalah “berdoa bagi orang yang membenci kita.” Ini  jelas berbeda dengan pernyataan JK.

Dengan demikian, kita patut bertanya, apa yang melandasi JK mengatakan hal demikian? Saya tidak perlu masuk pada Kitab Suci agama lain karena pasti punya sejarah dan tafsiran yang tidak sama. Namun, karena JK menyenggol ajaran Kristen, kita patut bertanya kepadanya dengan kepala dingin bukan dengan kebencian.

Seringkali kaum beriman bangga dengan ajaran Kitab Sucinya tetapi ketika disenggol kita mungkin cepat  emosional. Padahal seharusnya tenang, diam dan merenung baru mulai bicara. Jika karena JK, kita menjadi emosional; apakah berdoa bagi orang yang membenci kita masih relevan dalam hidup kita?

Yang dikatakan oleh JK bukan di tempat tertutup melainkan di forum akademik, maka mesti diuji juga dengan referensi-referensi ilmiah bukan caci maki di media sosial. Dunia sedang tidak baik-baik saja, yang kita harapkan adalah perdamaian dunia mulai dari negara kita tercinta. Oleh karena itu, pernyataan JK perlu diminta pertanggungjawaban dengan kepala dingin.

Tidak semua hal harus diselesaikan di depan meja hukum. Sebagai orang Kriten Katolik, kita mesti tahan diri dan tenang merefleksikan fenomena ini. Bapa Paus kita hampir setiap hari bicara soal perdamaian. Artinya, ketika ada masalah, yang dibutuhkan adalah solusi yang membebaskan bukan memperkeruh suasana dengan narasi-narasi tambahan yang meruncing keharmonisan.

Tepat di sinilah kesaksian hidup kita menjadi yang utama. Keteladanan iman untuk merefleksikan kata-kata Yesus dalam injil menjadi relevan. Jika JK melanggar hukum biarlah negara yang bertindak, kita berdoa saja agar semuanya baik. Namun, jika ada orang yang ingin melaporkan narasi ini ke pihak berwajib, maka lakukan dengan sopan, sampaikan di depan media dengan penuh kerendahan hati bukan emosional. Mari bersaksi bahwa ajaran Yesus selalu tenang dan damai di dalam Gerekja Katolik sekali lagi di dalam Gereja Katolik. Hmmmm.

Post a Comment for "Jusuf Kalla dan Kesaksian Hidup Orang Kristen Katolik"