Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Unik, Mengapa Orang Kedang Pantang Makan Daging Gurita pada Musim Hujan?

Unik, Mengapa Orang Kedang Pantang Makan Daging Gurita pada Musim Hujan?

RakatNtt.com - Orang Kedang yang menghuni pulau Lembata bagian timur hidup di atas tradisi lokal yang diwariskan leluhurnya.

Tradisi atau warisan leluhur tetap dipegang teguh oleh orang Kedang yang nota bene menetap lama di kampung halaman. 

Salah satu warisan tradisional yang masih hidup di Kedang yakni adanya pantangan untuk mengonsumsi daging gurita, khususnya pada musim hujan.

Daging gurita tidak boleh dikonsumsi atau dimakan campur dengan sayur daun kelor. Selain gurita, daging penyu, telur ayam juga tidak boleh dimakan bersamaan dengan sayur daun kelor.

Pantangan ini beralasan karena orang yang melanggar; harta, rumah atau hasil kebunnya akan disambar petir. Bahkan bisa jadi orang bersangkutan akan menjadi korban keganasan petir.

Entah benar atau hanya sebuah warisan cacat logika tetapi hingga kini pantangan ini masih hidup. Jika ada orang yang katakan saja berpendidikan tinggi menertawakan pantangan ini, maka orang Kedang akan bilang, hoing nuo ka mulo, "suruh dia makan duluan."

Lantaran akibat dari pantangan itu sangat menakutkan, pada musim hujan orang Kedang tidak berani melanggar termasuk penulis, hehehe.

Solusinya ialah makanlah daging gurita tanpa sayur daun kelor. Priuk yang dipakai untuk memasak daging gurita atau piring yang dipakai untuk menyimpan gurita harus dijauhkan dari sayur kelor.

Artinya, orang Kedang bisa makan daging gurita pada musim hujan asalkan tidak bersamaan dengan sayur kelor. Sebab, akibatnya mematikan. Jika afa yang tidak percaya, silakan pergi ke Kedang dan coba sendiri! (RO) 

1 comment for "Unik, Mengapa Orang Kedang Pantang Makan Daging Gurita pada Musim Hujan?"