Pengalungan Pejabat yang Kunjung ke Kampung tidak Ada Faedahnya
RakatNtt - Sebagai masyarakat, saya mau mengajak kita semua untuk melihat ulang ritual Pengalungan selendang dan tarian kepada pejabat daerah yang berkunjung ke kampung. Walaupun ini merupakan sebuah tradisi kearifan lokal, tetapi berpikir kritis terhadapnya sangat perlu. Mengalungkan selendang kepada pejabat yang datang sering kita pahami sebagai bentuk hormat kepada para pembesar. Namun, pertanyaannya, apakah mereka menghormati kita?
Seringkali kita begitu serius menghormati mereka, kalung selendang, tarian, doa dengan bahasa sakral menjemput mereka tetapi saat acara makan bersama, mereka mungkin tidak makan dengan alasan segera pulang ke kota karena ada tugas lain. Kita boleh masak nasi banyak-banyak tapi mereka mungkin hanya makan satu sendok dan langsung pergi begitu saja.
Cara menghormati pejabat berlebihan bisa membuat kita merasa diri inferior atau lebih rendah dari mereka. Padahal kita tahu bahwa mereka adalah pelayan bukan untuk kita layani berlebihan. Ritual penjemputan biasanya memakan waktu hingga 30 menit bahkan satu jam apalagi jika pejabat datang tidak tepat waktu. Warga harus setia menunggu. Namun, apa yang mereka berikan untuk kita?
Karena itu, lebih baik ritual ini dihilangkan. Bahkan seringkali saat molan menyambut dengan ungkapan sakral, pejabat justru berdiri pegang HP dan Loki saku atau saling tertawa. Mereka buat diri paling inti bahkan sombong. Padahal melalui ritual ini, ada harapan besar yang mesti didengarkan oleh pejabat.
Ritual penjemputan ini perlu dihilangkan atau disederhanakan; cukup terima dengan sedikit ungkapan sakral, kasih sirih pinang dan luru' tuak kepada tanah sebagai simbol menerima dan memberi diri - tidak usah ada tarian panjang lebar. Menari ini juga memakan waktu latihan yang lama. Baik kalau setelah penjemputan ada sesuatu yang luar biasa. Namun, jika sebaliknya?
Memberi hormat berlebihan kepada pejabat menandakan kita masih hidup di bawah bayang-bayang feodalisme seperti kerajaan-kerajaan lokal zaman dulu yang bersahabat dengan penjajah asing. Kita mesti menunjukkan diri sebagai rakyat yang kritis bukan merendahkan diri yang membuat pejabat merasa sok inti dan merasa paling di atas.

Post a Comment for "Pengalungan Pejabat yang Kunjung ke Kampung tidak Ada Faedahnya "
Komentar