Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Melalui Facebook, Ini Pesan Pater Vande Raring untuk Thomas Ola Langoday


 

Pater Vande Raring, SVD, Imam Serikat Sabda Allah asal Lembata terkenal sebagai seorang imam yang kritis dan selalu peduli dengan situasi Lembata. sebagai putra Lembata, Ia selalu memberikan pesan-pesan kritis demi kebaikan Lewo Tanah dimana dan kapanpun. Tepat hari Jumad pagi (23/7/2021), Pater Vande, SVD yang pernah berjuang mengungkap kebenaran di balik kasus kematian Lorens Wadu mengungkapkan isi hatinya kepada Plt. Bupati Lembata Thomas Ola Langoday.

Isi hati tersebut ia posting melalui akun facebooknya Marselinus Vande pada grup facebook Bicara Lembata New sebagai berikut:

Bapak Thomas Ola Langoday yang saya hormati, salam sehat untuk bapak dan proficiat atas rencana Tuhan yang menakjubkan dalam dirimu.


Wafatnya almarhum Yance Sunur, sungguh menjadi berkat untukmu, berkat untuk Lembata, berkat yang mesti dilihat sebagai penyelenggaraan Ilahi, atas dirimu. Bapak adalah titisan tangan Tuhan untuk Lembata Lewo titen. Saya tak punya banyak harapan buat bapak, karena waktu 10 bulan rasanya tak cukup untuk memperbaiki sakit akutnya Lembata.


Jujur, Lembata hancur, realita yang tak bisa disangkali. Ibarat orang akit kanker stadium 4, yang hanya bisa bertahan hidup dengan kemo. Itulah Lembata. Dalam situasi ini, bapak dipilih Tuhan untuk menjadi dokternya agar bisa menyelamatkan Lembata yang tertatih-tatih sepanjang 20 tahun otonomi ini.


Secara pribadi saya percaya kemampuaanmu dan lebih dari itu, saya percaya bahwa Thomas Ola Langoday punya HATI untuk Lembata. Karena itu, bangunlah LEMBATA DENGAN HATI. Hati yang mengabdi, hati yang mencintai, hati yang melayani, hati yang mengampuni, hati yang merasakan dan terlibat dalam hidup masyarakat Lembata.


Begitu banyak harapan indah dalam surat pribadi atau koment sebagai titipan untuk bapak kerjakan dan tuntaskan tapi semua itu tidak realistis karena mengubah kehancuran Lembata 10 tahun terakhir tidak semudah membalik telapak tangan.


Sebagai orang beriman saya berharap agar bapak tidak mengandalkan kekuatan diri tapi Tuhan dan restu Lewotanah. Di atas semua mimpi dan harapan indah, untuk bapak kerjakan, saya cuma punya satu harapan untuk bapak yaitu Rekonsiliasi di segala lini kehidupan, baik secara vertikal maupun horizontal.


Politik telah memecah-belah tatanan hidup bersama sehingga rusaklah nilai-nilai keadaban, warisan leluhur seperti persaudaraan dan gotong-royong. Hancurnya Lembata tak terlepas dari arogansi kekuasaan yang meremehkan nilai-nilai kearifan lokal serta hak hidup rakyat kecil dan miskin, yang sesungguhnya empunya kedaulatan atas diri bapak sebagai pemimpin.


Lembata itu ibarat kapal berlayar yang tak tau arah. Arahnya ada tapi nahkodanya tak bisa baca. Mungkin dia bisa membaca tetapi tertutup hasrat membabi buta. Lembata itu seperti kapal dengan aneka penumpang, di sana ada, Buya, Ome, Leba, Ile Nuba, Ata, Naga, Wulan yang bersatu.

 

Tidak ada Lembata tanpa Ome, Buya, Leba, atau Lembata tidak hanya Ile atau Nuba. Lembata itu satu, utuh, tak terpisahkan, dia bukan lagi Lembata jika tak ada Ata, Naga, dan Wulan. Deretan nama bermakna yg merangkai kesatuan di dalamnya kita dikenal dan disapa LEMBATA.


Bapak Thomas Ola Langoday, yang terhormat. Bapak dipilih bukan untuk menjad BUPATI tapi dipilih untuk MEMIKUL SALIB UNTUK LEMBATA. Pikul salib itu karena tanda kemenangan untukmu dan untuk Lembata. Beri HATIMU untuk Lembata. Cuma itu harapanku dan jika itu, dilaksanakan, pastikan bahwa Lembata Tersenyum. Saya hanya bisa punya doa dan kurban di atas altar, agar bapak menjadi sosok Bupati Berhati untuk Lembata Tanah Titen.


Salam salut dan hormatku.

Vande Raring SVD, Orang Lembata

 

Post a Comment for "Melalui Facebook, Ini Pesan Pater Vande Raring untuk Thomas Ola Langoday"