Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Bola dan Kekalahan (Sebuah Renungan untuk Timnas Garuda)

 


RAKATNTT.COM - Sebuah pertarungan yang cukup dahsyat, menjadi catatan penting sebuah Bangsa, dalam mempertaruhkan harkat dan martabat di mata dunia. Indonesia adalah Bangsa besar, yang telah merangkak naik menuju asa gemilang. Namun puncak harapan tersebut di sabet oleh para punggawa Negeri gajah tersebut. 


Timnas berlogo Garuda tampil cukup menarik perhatian publik. Namun pada titik puncak, harus legowo menelan pil pahit atas bobolnya jaring Indonesia oleh Negara Thailand, dalam ajang final AFF beberapa waktu lalu. 


Sebuah simbol kekuatan yang di canangkan oleh pelatih dan pemain. Dari pola permainan hingga formasi cerdas yang disusun, serta seluruh perangkat dalam lini di kerahkan untuk mempertahankan gawang hingga murni tak kebobolan. Sebuah upaya yang begitu terstruktur, daya dukung yang begitu besar sehingga motifasi kepada para pemain, dalam mempertahankan gengsi dan  kewibawaan yang cukup diberi apresiasi yang melangit. 


Garuda begitu melayang jauh hingga ke ambang batas final, mengepak sayap untuk melaju dengan sundulan sundulan berfariasi, namun terkandas oleh belalai gajah yang begitu kuat, dan overan yang pasti oleh raga gajah yang mumpuni, stamina dan tak tik cukup handal memperagakan permainan dengan intrik intrik cantik dalam merumput. Sehingga pantas menjadi harapan,oleh suporter Negara yang begitu antusias mendulang kemenangan. 


Kekalahan Timnas dalam momentum ini adalah tamparan keras, untuk merefleksi diri menguji balik upaya upaya kemarin, agar segala kekecewaan dan kemalangan ini bisa di tepis pada ajang ajang lanjutan. Menerima dengan lapang dada adalah sebuah keharusan,berjiwa besar untuk melumat kepahitan ini pun perlu menjadi standar evaluasi persepakbolaan Bangsa, agar kita semakin kuat dan mampu bereforia merayakan kemenangan  yang hakiki. 


Evaluasi tiap tingkatan, dari sisi skill serta anggaran perlu di suport secara kontinyu, sekolah sekolah kejuruan kebakatan olahraga juga harus mendapat sentuhan sentuhan oleh pemangku kepentingan, agar bibit bibit unggul yang memiliki bakat serta naluri berbola, perlu di poles untuk persiapan pada laga laga bergengsi. 


Kekalahan dalam sebuah permainan itu lumrah. Karena pastinya yang menang adalah, keseblasan yang benar benar mumpuni dalam merebut trofi kebesaran. 


Mari kita berpikir dan merenung sejenak, atas kekalahan yang terjadi. Kita mencoba membedah secara dalam kira kira indikator apa yang menjadi kekalahan tersebut. Apakah anggaran yang menjadi pemicu utama? Ataukan ada faktor X yang menyebabkan kekalahan? Semuanya perlu evakuasi yang mengakar untuk perbaikan kedepannya. 


Walaupun kekalahan pada satu bidang, namun pada bidang tertentu Indonesia juga mampu menunjukan kesejatian berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Kita kuat sekuat baja, kita unggul se unggul mutiara, karena kompetisi lain juga, kita menjadi sebutan dan menjadi jawara dalam tampilan. Bulu tangkis dan akademi dangdut Asia pun, mampu mengharumkan nama Bangsa. 


Aku cinta Indonesia 

Aku bangga Nusantara 

Dari Sabang sampai merauke hingga dari Miangas sampai ke Pulau Rote. 


Penulis : Sudarjo Abd Hamid 

Guru pada SDN Leuwalang Omesuri.

Post a Comment for "Bola dan Kekalahan (Sebuah Renungan untuk Timnas Garuda)"