Jodoh Terhalang Agama dan Ego Orangtua, Siapa Menderita?
RakatNtt - Agama seharusnya membebaskan manusia dari ketakutan dan penderitaan batin. Ya, seharusnya demikian. Namun, manusia beragama kadang memaksa pemikirannya sendiri terhadap orang lain. Agama yang seharusnya membebaskan justru kini menjadi pembatas jodoh kedua insan. Jika agama itu membebaskan, ia tak boleh menjadi alasan membatalkan jodoh dua anak muda. Artinya, agama harus menjadi sebuah pilihan bebas tanpa paksaan eksternal termasuk orangtua kandung sendiri.
Ketika dua insan sudah menemukan kecocokan hati atas nama jodoh, mereka mestinya diberi kebebasan memilih agama. Jodoh beda agama seringkali menjadi masalah bagi sepasang kekasih. Mereka akhirnya putus cinta hanya karena beda agama dan menderita setiap malam - mungkin hanya dihibur lewat chatingan.
Hal yang aneh juga, seringkali orangtua menjadi pelaku yang membuat anaknya menderita. Atas nama agama harus sama, maka jodoh pun harus sama agama. Perspektif model ini mesti dilihat kembali. Sebab agama itu hak individu bukan paksaan orangtua. Karakter ortu model ini membuat anaknya menderita. Sebab jodoh itu lebih kuat dari segala egoisme kita. Orang bisa bunuh diri karena jodoh, orang boleh putus cinta tapi rasa tak pernah bohong.
Semua kekuatan rasa yang melahirkan penderitaan ulah orangtua mesti dikritik. Beragama yang wajar dan waras. Kita semua beragama dan percaya pada sang Pencipta. Namun, satu yang jelas kita semua belum pernah lihat surga. Masing-masing agama punya konsep berbeda. Sebagai manusia kita bebas melabuhkan pilihan asalkan agama yang kita pilih bermanfaat untuk kita.
Namun, begitulah, cara kita beragama kadang membuat orang lain menderita. Anak kita yang menemukan jodoh beda agama harus dibatalkan jodohnya hanya karena agama. Pertanyaan kita, apakah Tuhan mendukung cara kita membatalkan jodoh orang hanya karena agama? Apakah jodoh di tangan Tuhan hanyalah konsep palsu? Orangtua dengan karakter keras beragama perlu dikritik. Zaman modern, setiap orang bebas memilih untuk kebaikan masa depan. Orangtua yang keras perlu dikritik bahkan ditegur. Jodoh ada di tangan Tuhan bukan atas kemauan orangtua apalagi dengan alasan agama.

Post a Comment for "Jodoh Terhalang Agama dan Ego Orangtua, Siapa Menderita?"
Komentar