Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Nusa Tertinggi Toleransi

 

Ilustrasi AI



RakatNtt - Nusa Tertinggi Toleransi merupakan sebuah sebutan istimewa bagi Nusa Tenggara Timur. Kehidupan Toleransi beragama yang menembus sekat menjadikan NTT sebagai daerah dengan ciri khas toleransi yang tinggi. 

Tentu saja toleransi bukan barang baru di NTT. Kearifan lokal kita telah menggariskan tradisi saling hormat-menghormati sejak di dalam keluarga. Philipus Tule misalnya dalam sebuah tulisan sangat menekankan toleransi berbasis rumah dengan lokus di Flores Tengah.

Toleransi semacam ini merupakan warisan dalam budaya lokal NTT. Apalagi kita didukung dengan latar belakang yang amat majemuk baik agama, suku maupun aspek-aspek lainnya. Dalam budaya lokal kita, setiap individu bebas memilih agama. 

Namun, tetap bersama dalam satu rumah, misalnya marga, kampung dan sebagainya dalam bingkai budaya lokal. Dengan demikian maka toleransi harus kita pahami sebagai barang milik kita bukan sesuatu yang datang dari luar.

Dengan memahami nilai kearifan lokal, kita akan mudah memahami toleransi. Karena itu, untuk belajar toleransi, kita butuh kembali ke kampung, melihat orang kampung mempraktikkan toleransi secara natural. Ketika budaya lokal runtuh, peluang intoleransi akan sangat mudah masuk dan merusak tiang-tiang penopang kearifan lokal kita. 

Maka, seringkali orang yang tidak suka melihat keharmonisan dalam toleransi selalu teridentifikasi datang dari luar - atau orang dalam yang lebih suka pikiran orang luar. Bahkan salah satu riset terbaru di beberapa kampus di NTT, sebagian kecil mahasiswa sudah terkontaminasi dengan paham intoleransi. Hal ini sangat disayangkan jika tidak diberi obat penangkal.

Karena itu, penting bagi kita untuk merawat ingatan kolektif tentang nilai-nilai luhur di kampung kita. Belajar budaya lokal tidak untuk melengkapi pengetahuan semata melainkan untuk menubuh bersama budaya lokal kita. Dalam rumah budaya lokal, saling curiga harus benar-benar dihilangkan.

Post a Comment for "Nusa Tertinggi Toleransi"